Ali bin Abi Tholib ra. dan marahnya

La Taghdob Walakal Jannah : jangan marah maka bagimu syurga

Alkisah suatu hari dalam sebuah peperangan sahabat Nabi Ali bin Abi Tholib mendapati seorang musuh kafir quraish terdesak dan siap dibunuh. Tetapi ketika Ali akan menghunuskan pedangnya ke musuh tersebut tiba2 si musuh malah meludahi muka sayyidina Ali. Maka seketika itu Ali mukanya memerah pertanda marah dan beliau membatalkan niatnya untuk membunuh orang itu. Si kafir terheran2 dan bertanya pada sayyidina Ali, hai Ali kenapa engkau tidak jadi membunuhku padahal aku sudah terdesak dan akupun sudah siap mati makanya aku meludahi mukamu sebelum aku terbunuh olehmu?. Aku terpuaskan !! Jawab Ali, gimana aku membunuhmu sementara aku marah karena kau telah meludahi mukaku, ketahuilah hai si kafir, aku membunuh bukan sebab marahku tetapi ini kulakukan semata2 mata karena perintah Allah. Maka dari kejadian ini akhirnya si kafir tersebut serta merta mengucapkan kalimah syahadat memeluk Islam karena kagum melihat akhlak Ali bin Abi Tholib ra.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian diatas adalah baiknya kita selalu mengambil sebuah tindakan apapun itu dalam keadaan tidak marah, dan juga untuk dapat selalu bersabar. Bisa jadi dalam kemarahan tersebut ada syaitan yang turut serta tertawa mengiringinya.

Sumber : http://ahmad-budiono.blogspot.com/2010/06/alkisah-suatu-hari-dalam-sebuah.html

Simpanan Berharga Itu.. Istri Shalihah

adipratama:

pengalaman seorang lelaki dan tentang simpanan berharga..

Originally posted on So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?:

a cup of flowers

Betapa terkejutnya suami saya, ketika suatu siang mendapati seorang lelaki paruh baya, berjalan kaki di pinggiran jalan raya yang sepi, di daerah Boyolali (Jateng). Lelaki itu tampak lusuh, meski bukan gelandangan.

Suami saya pun menghentikan motornya, dan menanyakan tujuan lelaki itu. Ternyata, ia hendak ke Salatiga menemui teman sekampungnya. Ia berniat mencari pekerjaan. Akhirnya suami saya memboncengkannya, karena tujuan mereka searah.

View original 305 more words

Hasil Referendum dan Kekeliruan Tesis Faruq Juwaidah

Originally posted on kaisarelrema:

Faruq Juwaidah, penulis besar Mesir itu mengkritisi gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang akhir-akhir ini lebih sering bergandeng tangan dengan Salafy. Menurut Juwaidah, IM telah melakukan kesalahan besar. Seringnya berinteraksi dengan Salafy akan membuat IM tidak lagi terbuka, rigid dan fanatik. IM telah meninggalkan Al-Wafd kawan lamanya di masa Mubarak dan menjauh dari liberalis sahabat berjuang sewaktu revolusi. Akibatnya, IM harus membayar mahal pada referendum UUD yang hanya meraup 56% suara.

View original 384 more words